Selasa, 21 Juli 2015

12 Hasil Rekayasa Genetika Yang Unik



BLUE ROSE
Bioteknologi merupakan cabang ilmu yang dianggap maestro bagi dunia ilmu pengetahuan manusia dan diharapkan mampu memecahkan berbagai permasalahan di dunia ini. Salah satu keberhasilan bioteknologi adalah memasukkan gen penghasil insulin dari pankreas manusia ke bakter E. coli, sehingga bakteri tersebut mampu menghasilkan insulin yang amat dibutuhkan bagi penderita diabetes mellitus. Teknik memasukkan DNA dari satu makhluk ke makhluk lain tersebut dinamakan dengan “rekayasa genetika” atau “genetic engineering”.
Banyak dari hasil rekayasa genetika tersebut “harmless” alias tidak berbahaya, seperti menciptakan mawar biru. Namun apa akibatnya jika para ilmuwan kemudian menyalahgunakan ilmu tersebut dan secara keblabasan menciptakan makhluk “hibrida” yang secara nalar tak masuk akal. Dan parahnya, beberapa makhluk2 yang menyalahi kodrat alam tersebut “diciptakan” manusia untuk dimakan. Hmmm ... yang jelas sih gue mikir-mikir kalo produk-produk pangan bioteknologi berikut ini benar-benar keluar nantinya. Berikut ini 12 hasil rekayasa genetika paling meresahkan yang berhasil diproduksi ilmuwan.

1. Ayam Tanpa Bulu
AYAM
Demi nama KFC, ilmuwan telah berhasil menciptakan ayam jenis baru, yakni ayam tanpa bulu. Well, hewan tanpa bulu (padahal seharusnya berbulu) sebenarnya sudah tak asing lagi di alam. Contohnya kucing sphinx, yakni ras kucing peliharaan yang memang tak memiliki bulu. Namun para ilmuwan sengaja menciptakan ras ayam yang tak alami ini dengan satu tujuan: agar proses pengolahan daging ayam lebih mudah dan murah karena para penjagal tak perlu mencabuti bulu aya2 tersebut.
Nah, masalahnya adalah bulu ayam diciptakan oleh Tuhan bukannya tanpa tujuan. Bulu bertujuan melindungi ayam dari serangan parasit, kerasnya cuaca (bulu dapat membantu mengatur suhu tubuh ayam), bahkan melindungi dari serangan ayam lain. Dan masalah lain yang akan muncul apabila ayam tanpa bulu ini dijual bebas ke pasaran: pedagang kemoceng bakal gulung tikar.

2. Babi Rasa Bayam
BABI
Para ilmuwan di Jepang konon berhasil mengatasi masalah anak-anak yang cuman doyan makan daging tapi nggak doyan makan sayur. Caranya dengan menciptakan “babi rasa bayam”. Mereka memasukkan gen bayam ke dalam sel babi sehingga dapat mengubah lemak hewani yang jenuh (berbahaya bagi jantung bila kebanyakan) menjadi minyak nabati yang tak jenuh dan sehat. Tapi kayaknya konyol ya ... Kalo pengen supaya anak2 terjamin gizinya, kenapa nggak suruh aja makan sayuran beneran? Lebih gampang.

3. Kucing Senter
CAT
Para ilmuwan berhasil memasukkan gen ubur-ubur yang berasal dari lautan dalam ke tubuh kucing. Ubur-ubur tersebut merupakan jenis yang hidup di lautan dalam yang gelap dan beradaptasi dengan menghasilkan cahaya tubuhnya sendiri (bioluminisensi). Akibatnya, kucing ini bisa menyala dalam gelap. Wow .... pastinya berguna banget ya kalo rumah kalian pas mati lampu? Tinggal bawa aja kucing ini berkeliling rumah seperti senter.
CAT
Dengan keberhasilan ini ilmuwan juga telah berencana untuk memasukkan gen yang sama ke ulat sutra supaya mereka menciptakan sutra yang bisa menyala dalam gelap. Kabar bagus nih buat fashionista yang pengen menyala dalam gelap. Bayangin pergi ke diskotik atau bioskop terus baju kalian bisa menyala .... kok kayaknya malah serem ya?
4. Sapi Jarang Kentut
SAPI 2
Jadi sapi kayaknya enak ya ... makanannya melimpah dan gampang nyarinya. Sapi cuman doyan makan rumput yang kayaknya sampai bumi kiamat juga nggak bakal habis-habis. Nggak kayak manusia yang kepengenennya banyak ... bakso lah, siomay lah, cimol lah ... Tapi menjadi sapi rupanya ada sisi negatifnya, yakni kentutnya berupa gas metana. Di dalam tubuh sapi memang terdapat bakteri pengurai selulosa (bahan penyusun dinding sel pada sel tumbuhan) soalnya tubuh sapi sendiri memang tak bisa mencerna selulsoa. Nah, metana adalah hasil sampingan pencernaan selulosa tersebut.
Celakanya, metana dicurigai sebagai salah satu penyebab global warming, sebab metana adalah salah satu gas rumah kaca. Nah, untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang pentiiiiing banget itu, ilmuwan telah berhasil merekayasa sapi supaya memiliki lebih sedikit bakteri penghasil metana tersebut. Akibatnya tentu kentut mereka lebih ramah lingkungan. Ada2 deh para ilmuwan itu. Kalo pengen mengatasi global warming, kenapa manusia nggak mengurangi pemakaian bahan bakar fosil aja, malah nyalahin sapi?

5. Sapi ber-ASI
HERMAN THE BULL
Kali pasti pernah dengan Dolly Si Domba, tapi kalo Herman Si Sapi? Herman adalah sapi hasil rekayasa genetika pertama di dunia yang lahir pada 1991. Tujuan penciptaan Herman hanya satu, yakni sapi yang dapat menghasilkan susu dengan komposisi serupa ASI manusia.
Ilmuwan dari Universitas Utrecht telah merancang Herman supaya sapi betina keturunannya (ingat Herman tuh sapi cowok ya jadi nggak bisa menghasilkan ASI) menghasilkan susu yang mengandung laktoferin. Laktoferin sendiri adalah protein yang mengandung besi dan sangat penting bagi pertumbuhan bayi dan juga pertahanan tubuh melawan penyakit. Namun sayangnya, laktoferin hanya terdapat pada ASI manusia dan tidak ada pada susu sapi.
Ilmuwan di Cina juga mengikuti jejak Herman dengan menciptakan 200 sapi yang bisa menghasilkan ASI manusia. Caranya dengan menyisipkan gen manusia ke dalam sapi. Namun tentu kalian para ibu-ibu dan bapak-bapak, apakah kalian nggak cemas ya memberi anak kalian susu hasil rekayasa genetika ini pada anak kalian? Lagian perasaan kalo khawatir anak kalian kekurangan laktoferin SURUH AJA MINUM SUSU FORMULA?
 6. Beras Emas
BERAS
Kekurangan vitamin A adalah masalah serius di dunia. Lebih dari 120 juta anak di negara-negara berkembang kekurangan vitamin A dan dapat beresiko pada kebutaan. Tapi jangan khawatir guys, ilmuwan dari Swiss telah berhasil mencangkokkan gen penghasil beta karoten pada wortel ke dalam padi. Akibatnya padi tersebut akan mengandung provitamin A. Kayaknya asyik nih ... namun karena beta karoten adalah pigmen berwarna berwarna kuning keemasan, maka padi yang dihasilkan akan berwarna ....
golden-rice
Jreng jreng jreng! Hmm ... ada yang mau makan itu? Kayaknya gue mau makan wortel aja deh.

7. Kubis Rasa Kalajengking
KUBIS
Kalo kalian pikir sapi rasa bayam itu ide gila, coba yang satu ini: kubis rasa kalajengking. Untuk tujuan mulia, yakni mengurangi penggunaan pestisida kimia yang meracuni lingkungan, maka para ilmuwan memasukkan gen penghasil bisa dari kalajengking ke dalam tanaman kubis. Tujuannya agar kubis tersebut menghasilkan racun yang dapat membunuh serangga yang hendak memakannya. Tapi tenang ... kata para ilmuwan, racunnya nggak berbahaya kok buat manusia yang makan kubis (yeah right).
Lagipula tanpa dicampur racun kalajengking segala, banyak yang nggak doyan kubis kok (gue aja suka nyisihin kalo pas makan lalapan). Terus gimana dong solusinya kalo kubisnya nggak ada yang mau beli. Mau disisipin lagi gennya ke babi biar ada babi rasa kubis rasa kalajengking?

8. Tikus Bernyanyi
TIKUS
Profesor Takeshi Yagi dari Jepang membawa ajang singing contest to the whole new level. Dia berhasil menciptakan tikus yang bisa bernyanyi seperti burung. Cukup dibiakkan beberapa generasi dan gue yakin mereka bakal bisa nyanyi kayak Taylor Swift (atau minimal kayak Hodijah lah) dan bisa ikut ajang K-Pop Idol. Asiiiik .... 

9. Katak Tembus Pandang
KATAK
Masih praktek bedah katak? Idiiiih udah kunoooo hari gini masih nyiksa binatang demi ilmu pengetahuan. Para ilmuwan udah bisa menciptakan katak tembus pandang. Yup tak usah dibedahpun kita bisa melihat bagian dalam katak tersebut, mulai dari organ2nya hingga pergerakan peredaran darahnya. Tapi gue ngerasa kataknya entar kataknya nggak punya privacy sendiri ... kasian. 

10. Sapiderman
619153-spider-goat
Benang yang dihasilkan laba-laba mungkin membuat kalian kesal, soalnya kalian harus membersihkannya dari rumah kalian. Tapi benang laba2 ternyata memiliki kegunaan yang amat banyak. Rompi antipeluru yang dipakai polisi terbuat dari benang laba-laba lho. Bahkan teknologi terkini mampu mengubah benang laba-laba menjadi otot artifisial, perban, kabel fiber optik, bahkan chip komputer. Dengan diamater yang sama, benang labalaba lebih kuat ketimbang benang baja. Namun menternakkan laba-laba untuk menghasilkan benang tak semudah memelihara ulat sutra. Laba2 termasuk hewan yang sangat teritorial, sehingga jelas tak akan akur bila dibiakkan bersama-sama.
Ilmuwan kini punya pemecahannya. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi bernama Nexia telah memasukkan gen laba2 ke dalam DNA kambing dengan harapan, kambing tersebut dapat menghasilkan susu yang mengandung benang laba-laba (heh?). aBhkan perusahaan itu telah menamai produknya “biosteel”. Hmmm ... gue jadi penasaran, kalo kita minum susu kambing ini, apa kita bakal jadi Spiderman ya?
11. Sapi Berotot
SAPI
Bayangkan apabila kita menggabungkan binaragawan dan sapi ... voila, inilah hasilnya: sapi belgian blue. Kalo kita mendengar belgian blue, yang kebayang mungkin coklat Magnum warna biru (emang ada? Ya sapa tau aja sih ada magnum blue black, soalnya yang gold udah ada xixixi), nggak akan kebayang sedikitpun sapi berotot macam gini.
Belgian-BluOH-MY-GOD-e1374521013487
Sapi ini emang bukan hasil rekayasa genetika yang rumit dan canggih, melainkan hasil penyilangan . Sapi belgian blue memiliki otot bak Ade Rai justru karena memiliki kelainan, yakni kerusakan pada gen myostatin. Gen tersebut berguna untuk menghambat pertumbuhan otot, akibatnya sapi yang kekurangan gen tersebut akan tumbuh kekar. Sapi jenis ini menghasilkan 40% lebih banyak daging ketimbang sapi biasa, tentu itu berarti lebih banyak sumber protein bagi anak-anak kita.
Namun tunggu ... otot yang berlebihan ini ternyata tidak sehat. Tuhan nggak sembarangan menciptakan gen myostatin ini kalo bukan demi kebaikan sapi itu sendiri. Anak-anak sapi yang gen myostatinnya rusak akan mengalami berbagai kecacatan, seperti lidahnya membesar, otot kaki yang kaku sehingga sapi sulit membungkuk untuk memakan rumput, dan yang lebih buruk lagi: kelainan pada sistem pernapasan dan peredaran darah karena otot-otot yang mengatur kedua sistem itu membengkak.
Belum lagi, induk sapi akan sulit melahirkan bayi2 dengan kelainan otot ini hingga 90% dari semua kelahiran sapi belgian blue harus dilakukan melalui operasi caesar. Tak hanya itu, para ilmuwan mulai “bermain-main” dengan mengisolasi gen sapi ini untuk membuat ikan trout tumbuh menjadi lebih besar. Well, menurut gue sih sapi-sapi ini bukalah sumber daging yang lezat, melainkan lebih terlihat seperti Minotaur, monster dari mitologi Yunani kuno.
12. Sapi dengan Organ Manusia
BABI 2
Sapi dengan ASI manusia atau sapi raksasa (atau babi rasa kubis rasa kalajengking) masih mending ketimbang ini ... babi yang dirancang memiliki organ manusia! Organ2 ini ditumbuhkan dalam tubuh babi dengan harapan organ tersebut dapat ditransplantasikan kepada manusia yang membutuhkannya. Program ambisius (sekaligus tak etis ini) sudah gencar dilaksanakan oleh Universitas Missouri, AS dan sebuah perusahaan asal Skotlandia (perusahaan sama yang mensponsori Dolly).
Well, seberapapun mengerikan, hal ini bukanlah yang pertama. Mungkin kalian pernah melihat gambar ini, yakni tikus yang dikembangbiakkan oleh Dr. Vacanti dari Universitas Massachusets dan memiliki telinga manusia (berkat kartilago yang ditanamkan ke tubuh tikus tersebut). Katanya sih biar telinganya bisa didonorkan ke yang membutuhkan. Mengerikan bukan?
Vacanti_mouse
BONUS:
Manusia
3510107184_b1f6598fc9_b
Yup ... how disturbing it may sounds, manusia hasil rekayasa genetika sudah pernah diciptakan pada 2001 dan nggak hanya satu guys, melainkan 15! Kelima belas bayi ini merupakan hasil peleburan 3 DNA orang dewasa (manusia normal hanya berasal dari peleburan 2 DNA yakni dari ayah dan ibunya), suatu proses yang disebut “chimaera”. Proses chimaera ini sebenarnya bukan hal yang aneh sebab bisa terjadi secara alami, walaupun luar biasa jarang (terutama disebabkan karena bayi kembar yang gagal berpisah sehingga menjadi satu tubuh dengan dua set DNA yang berbeda). Kataknya sih ke-15 bayi ini tumbuh sehat menjadi remaja (walau nama mereka tak dipublikasikan) tapi sudah ada gosip nih kalo salah satunya menderita kelainan autisme.

Bookmark and Share

Artikel Terkait



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Indeks Blog