Selasa, 23 Juni 2015

Tuhan itu Ibarat Tukang Cukur




Mungkin anda akan terkejut atau marah melihat judul diatas tapi sabar dulu... Simak dulu cerita dibawah ini (•ˆ⌣ˆ‎​​​​•) Kenapa judulnya bisa seperti itu.

Suatu hari seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang : Saya tidak percaya kalau Tuhan itu ada.

Konsumen : Kenapa kamu berkata begitu.....???

Si tukang : Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit....??? Adakah anak terlantar... ..??? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur.

Konsumen : Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.

Si tukang : (Si tukang cukur tidak terima) Kamu kok bisa bilang begitu...... ??? Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!

Konsumen : Tidak!! (elak si konsumen) Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana..

Konsumen : Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!

Si tukang cukur : Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya (jawab si tukang cukur membela diri)

Konsumen : Cocok!! (kata si konsumen menyetujui) Itulah point utama-nya! Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi... Orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.

Si tukang cukur terbengong...

Bookmark and Share

Artikel Terkait



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Indeks Blog