Rabu, 24 Juni 2015

Ternyata Beginilah Cara Orang Peru Memanen Air Dari Kabut



Ilustrasi
Warga desa Bellavista di Lima, ibukota Peru yang berada di dataran tinggi sering kekurangan air, ini terjadi karena air hujan jarang turun di Lima dan kebutuhan air kota harus dipasok dari Danau Andes yang jauh. Padahal sambungan air bersih tidak sampai ke desa, praktis warga desa harus mencukupi kebutuhan air untuk masak, mencuci dan minum dengan membeli air dari truk-truk tangki. Untuk keluarga dengan empat orang biaya yang perlu dikeluarkan selama seminggu bisa mencapai $10, jumlah yang sangat besar mengingat rata-rata pendapatan warga Bellavista selama seminggu adalah $40. Nah dari sinilah muncul ide untuk memanen air dari kabut, apalagi setiap Juni sampai November muncul kabut padat yang berasal dari Lautan Pasifik. 
Untuk memanen air dari kabut ternyata tidak serumit yang dibayangkan, alat yang digunakan menyerupai sebuah jaring besar. Dengan tiang setinggi 4 meter dan lebar 8 meter, dan jaring yang terbuat dari anyaman plastik yang kemudian disambungkan ke pipa-pipa kecil.
PHOTOS: Fog Catchers Harvest Air's Water in Arid Places
Warga mengangkut bahan bangunan ke tebing untuk membangun tempat penyimpanan air
Prinsip kerja-nya adalah alat ini menangkap butiran-butiran air yang terkandung dalam kabut dan mengalirkan air tersebut ke tabung penyimpanan yang sudah disiapkan. Dalam satu hari penduduk bisa mengumpulkan 568 liter air, jumlah yang sangat besar bukan?
PHOTOS: Fog Catchers Harvest Air's Water in Arid Places
Di atas bukit juga ditanam beberapa pohon oak.
PHOTOS: Fog Catchers Harvest Air's Water in Arid Places
Menjahit jaring
PHOTOS: Fog Catchers Harvest Air's Water in Arid Places
Contoh jaring
Dan ternyata yang cukup membanggakan adalah mahasiswa UGM juga mengembangkan alat ini untuk mengatasi kekeringan di kota Semarang. Seperti dikutip dari Detik
Menurut Aditya, teknologi pemanen kabut yang dikembangkan sangat sederhana. Hanya berbentuk jaring dari poliprofilen berbahan plastik yang ditopang dengan dua tiang penyangga. Alat pemanen kabut ini bekerja secara manual sebagi penjerat atau penangkap kabut. Kabut di udara yang tertangkap jaring, kemudian dialirkan melalui paralon yang selanjutnya ditampung dalam jeriken.

Namun tentu saja yang patut di ingat adalah air bisa dipanen dari kabut alami bukan kabut karena asap.

Bookmark and Share

Artikel Terkait



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Indeks Blog