Sabtu, 14 Februari 2015

WISH YOU WERE NOT HERE: 7 TEMPAT PALING TAK LAYAK HUNI BAGI MANUSIA

Strangest-Cities-Miyake-Gas-Masks-2
Jakarta panas, macet, banjir terus? Well, suck it up! Kalian harusnya bersyukur nggak tinggal di tempat2 kayak gini. Habitat2 ini jelas banget nggak layak huni buat manusia, namun tetap aja ada orang-orang yang tinggal di sini (kebanyakan sih karena emang nggak punya pilihan lain). Yang pasti, membaca mengenai tempat2 ini bakalan membuat kamu bersyukur tinggal di Indonesia. Seperti apakah kondisinya? Lihat saja dalam artikel berikut ini.

1. Kowloon (Tiongkok)
 
 

Tinggal di apartemen sih kayaknya jadi opsi yang nggak akan ditolak kebanyakan orang. Tapi kalo apartmennya di Kowloon? Tidak, terima kasih. Yang suka liat film2 gangster Hong Kong ala 80-90an pasti nggak asing dengan kota ini. Bukan hanya kondisi sanitasinya yang buruk, kota superpadat ini dikenal dengan kotanya para kriminal. Prostitusi, perjudian, hingga drug abuse sangat marak merajalela di kota tanpa hukum ini. Saking tingginya pencakar2 langit bobrok di kota ini, cahaya matahari bahkan tak bisa mencapai dasar kota, bahkan pada siang hari! Untunglah kota yang legendaris sebagai kota para gangster ini akhirnya ditutup pada 1993.

2. Miyake-Jima (Jepang)
 

Strangest-Cities-Miyake-Gas-Masks-1
Foto di atas pasti sudah bisa mengungkapkan ke-eerie-an pulau ini. Pulau Miyaki-Jima terletak di kaki Gunung Oyama yang masih aktif. Pada 2000, gunung ini mengeluarkan erupsi gas beracun yang memaksa para penghuni pulau tersebut untuk dievakuasi. Namun pada 2005, sekitar 3 ribu penduduknya nekad kembali ke rumah mereka, walaupun level gas beracun di pulau tersebut masih tinggi. Alhasil, mereka yang bersikeras tinggal di sana harus memakai topeng ini seumur hidup mereka sebagai alat bantu pernapasan. Hingga kini, pulau ini masih tertutup bagi orang luar yang hendak berkunjung ke sini.

3. Dharavi (India)
 
dharavi
Kota ini dikenal sebagai salah satu “slum” atau wilayah kumuh terbesar di dunia. Walaupun mungkin kita menganggap ada banyak wilayah seperti ini di indonesia, namun kondisi Dharavi jauh lebih memprihatinkan. Masalah sanitasi adalah masalah yang terparah yang dihadapi para penduduknya yang seluruhnya adalah warga miskin. Diperkirakan hanya tersedia satu toilet per 1.440 penduduknya! Dan yang lebih mengejutkan, kota ini amatlah padat dengan jumlah penduduk mencapai 1 juta jiwa! Kota ini menjadi terkenal di dunia setelah menjadi setting film peraih Oscar, “The Slumdog Millionaire”.

4. Guiyu (Tiongkok)
 
111850400JX042_waste 
Desa ini terkenal sebagai tempat pembuangan barang elektronik (e-waste) terbesar di dunia. Para penduduknya bermata pencaharian sebagai pemulung, mengumpulkan bagian-bagian barang elektronik yang masih bisa dipergunakan dan dijual. Bahayanya, kandungan logam yang tinggi dari bahan-bahan tersebut dapat meracuni tanah dan air. Hingga kini, tanah di Guiyu tak bisa ditumbuhi satu tanamanpun dan desa ini juga memiliki persentase keguguran janin yang sangat tinggi.

5. Manshiyat Nassir (Mesir)
 
 

Kota ini dijuluki “Kota Sampah” untuk alasan yang tepat. Semua sampah dari kota Kairo, Mesir dibawa ke tempat ini untuk disortir sebagai mata pencaharian penduduk kota ini. Bahkan saking efektifnya pekerjaan mereka, mereka dapat mendaur ulang sampah 4x lebih efektif daripada Eropa. Namun tetap saja itu dibarengi dengan kondisi lingkungan yang buruk, sebab sampak menumpuk dimana-mana.

6. Pitcher (Amrik)
 
Picher-Ghost-Town-2 
Kota di negara bagian Oklahoma ini dulunya merupakan kota pertambangan yang makmur. Namun julukan kota ini kini berganti menjadi “Toxic City”. Pertambangan timbal dan zinc di kota ini rupanya membawa bencana, yaitu limbah beracun yang begitu membahayakan hingga pada tahun 2013, pemerintah menutup kota ini dan mengevakuasi seluruh warganya. Namun masih ada saja warga yang “ngeyel” dan menolak pindah dari kota yang kini menjadi kota hantu ini.

7. Oymyakon (Rusia)
 
107026xcitefun-oymyakon-russia-11 
Nama Oymyakon mungkin tak begitu terkenal. Namun begitu mendengar nama wilayah dimana kota ini terletak: Siberia, kita mungkin langsung mendapat bayangan mengapa kota ini dikenal sebagai habitat paling tak bersahabat dengan manusia. Kota ini dikenal sebagai wilayah terdingin yang dihuni manusia di muka bumi, dengan suhu terendah mencapai minus 67 derajat celcius! Namun menakjubkannya, masih juga ada manusia yang menganggap wilayah yang hostile ini sebagai rumah.

BONUS:
 
Danau2 Kematian di Afrika
 
1385026679_5 
Danau memang menarik banyak orang untuk bermukim di sekitarnya, apalagi di Afrika yang sangat terbatas sumber daya alamnya. Namun beberapa danau di Afrika menyimpan potensi lethal alias mematikan akibat kandungan karbon dioksida dan metana di dasar perairannya. Pada 1984, 37 penduduk yang bermukim di sekitar Danau Monoun di Kamerun meninggal akibat erupsi gas2 beracun tersebut. kemudian tiga tahun kemudian, insiden serupa terjadi di Danau Nyos bahkan menewaskan 1.700 orang. Kini bencana yang sama dikhawatirkan hanya menunggu terjadi di Danau Kivu yang terletak sepanjang perbatasan Kongo dan Rwanda. Celakanya, danau ini menjadi rumah bagi sekitar 2 juta warga Afrika yang tinggal di sekitarnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Indeks Blog