Rabu, 02 Juli 2014

10 Lipan Terbesar Di Dunia

Kelabang atau Lipan (bahasa Inggris: centipede) merupakan hewan arthropoda yang tergolong dari kelas Chilopoda dan upafilum Myriapoda. Kelabang adalah hewan metameric yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal.
Dikutip dari tilkkusatu.blogspot.com  bahwa ada 10 lipan terbesar disunia ini yang harus kita ketahui dan mungkin ada di sekitar kita.

1. Lipan GALAPAGOS

Scolopendra galapagoensis (lipan raksasa Galapagos) yang terbesar adalah 30-40cm panjang 44-46cm
Habibat penyebaran: di Kepulauan Galapagos Island Santa Cruz, di daerah pesisir Ekuador, Peru selatan, di Kepulauan Cook. Warna hitam raksasa lintibang di Raja. Terdapat juga penemuan jenis ini yang berukuran 62cm

2. Lipan PERU

Scolopendra Caribiaenensis di pulau Curacao, Holland Anttilles telah ditemukan hingga 41-42cm dari individu liar.
Habitat penyebaran: Karibia pulau Trinidad, Amerika Selatan, Peru, Ekuador, Brazil, the Amazon River Basin negara dan daerah

3. Lipan AMAZON

Scolopendra gigantea Robusta (Lipan raksasa amazon) panjang 25-30cm
Habitat penyebaran: Brazil, Ekuador, Peru, the Amazon River Basin negara dan daerah. Umumnya tubuh berwarna merah, hitam sebagai individu, adalah hasil dari setiap perbedaan warna berubah, dan lainnya adalah hitam individu sebenarnya lipan raksasa Galapagos. Karena yang paling meyakinkan adalah yang paling banyak disirkulasikan foto masing-masing sepanjang 44cm, jauh lebih besar daripada rata-rata lipan amazon raksasa

4. Lipan PUERTO RICO

Scolopendra sp.cf.crudelis (Lipan raksasa puerto rico) panjang 20-25cm
Habitat penyebaran: di Karibia, Puerto Rico, Haiti dan negara-negara lain dan daerah amerika selatan

5. Lipan VIETNAM

Scolopendra subspinipes (lipan raksasa Vietnam) 18-25cm panjang
Habitat penyebaran: hutan hujan vietnam

6. Lipan MALAY

Scolopendra subspinipes ssp. (lipan raksasa malay) 18-20cm panjang
Habitat penyebaran: di Malaysia, Indonesia

7. Lipan PASIFIK

Scolopendra subspinipes dehaani (Hastelloy lintibang) 16-20cm panjang
Habitat penyebaran: secara luas di negara-negara barat dan wilayah Pasifik, banyak jenis lintibang, karena distribusi Scolopendra subspinipes dekat dengan daerah tropis, sehingga tubuh juga lebih besar. Di wilayah Kepulauan Solomon masing-masing panjang lebih dari 20cm

8. Lipan AMERIKA UTARA

Scolopendra heros (lipan raksasa di Amerika Utara) 18-20cm panjang
Habitat penyebaran: Amerika Utara, biasanya di daerah bersuhu tinggi

9. Lipan CHINA

Scolopendra subspinipes subspinipes (Cina naga merah lintibang, multi-duri lipan raksasa, Cina naga merah) panjang 14-20cm6m
Habitat penyebaran: Sub-tropis Cina selatan, di daerah di cina, karena tubuh gelap merah, juga dikenal sebagai lintibang Kuno di Buku “Tianlong”, digabungkan dengan otot tubuh, yang bernama “naga merah”, yang dengan karakteristik Cina. Bagian dari daratan yang dekat dengan pulau tropis masing-masing dapat mencapai 20cm

10. Lipan JEPANG

Scolopendra subspinipes mutilans (Scolopendra lintibang / cina berambut pirang lintibang)
Habitat penyebaran: di jepang dan cina juga, yang terletak di Okinawa, Jepang, masing-masing daerah dapat 20cm.

Inilah Foto 19 Pohon-Pohon Aneh Di Dunia

































































Hal yang Seharusnya Diajarkan Di Sekolah-Sekolah Indonesia

1. Etika Berkendara Dengan Sopan

Kondisi lalu lintas kita yang kacau balau

Lihat deh kondisi lalu lintas kita beberapa tahun terakhir. Tidak hanya semakin macet, tapi juga makin carut-marut. Di jalan raya semua orang ingin jadi pemenang. Motor menyalip dari sebelah kiri. Mobil membunyikan klaksonnya di malam hari. Seseorang akan tanpa dosa mengambil jalur kiri jalan, kemudian langsung belok ke kanan. Menyebabkan pengendara lain terkaget-kaget menyesuaikan diri.
Cara berkendara adalah cermin dari perilaku kita sebagai manusia. Jangan kaget kalau di Indonesia banyak orang yang tega mengambil harta rakyat yang bukan haknya. Itu sudah tercermin dari perilakunya di jalan raya. Seandainya aja etika berkendara diajarkan dari kecil. Menyadarkan bahwa ada hak orang lain yang terkebiri kalau kita bertindak ngawur di jalanan.


2. Mata Pelajaran “Bertanya”

Membiasakan untuk bertanya

Orang Indonesia itu cerdas. Kalau kamu punya kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, kamu akan mengakui hal ini. Pemahaman kognitif kita gak kalah kok sama orang asing. Sayangnya, kita masih malu-malu bertanya dan mengungkapkan pendapat. Padahal bertanya itu penting lho. Bukan cuma sekedar mencari jawaban atas hal yang belum kamu tahu. Proses bertanya juga membuka pola pikirmu.
Demi meningkatkan keinginan untuk bertanya, sekolah perlu punya kelas khusus bertanya. Dalam kelas tersebut anak-anak bebas menanyakan apapun. Mulai dari hal yang terkait pelajaran sampai hal konyol yang nggak ada kaitannya sama sekolah.
Guru juga wajib memberikan jawaban yang “adil”. Kalau nggak tahu ya bilang aja nggak tahu. Dengan kelas khusus bertanya anak-anak akan lebih berani mengungkapkan pendapat mereka.


3. Mata Pelajaran “Berpikir Kreatif”

Template gambar pemandangan anak SD di Indonesia

Guru: “Ayo anak-anak, coba gambar pemandangan!”
Template anak Indonesia: Dua gundukan gunung, matahari di tengah, sawah di bawahnya.
Salah satu kekurangan sistem pendidikan kita adalah sempitnya ruang bagi kreativitas. Kita terlalu terbiasa dibentuk menjadi “seragam”. Jadi berbeda dari teman-teman dan lingkungan terasa menakutkan. Padahal, menjadi berbeda itu wajar banget. Nggak ada yang salah dari mengambil sikap yang berseberangan dengan teman-temanmu, selama kamu punya argumen.
Sekolah di Indonesia perlu punya mata pelajaran “Berpikir Kreatif” di semua tingkat pendidikan. Di kelas ini anak-anak bebas mengembangkan ide mereka sendiri untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Disini kamu bisa menciptakan rumus bagi soal matematika, kamu bisa menulis naskah drama, bisa membuat film untuk membantumu memahami soal Kimia.


4. Sejarah Dunia

Mengenal sejarah lebih dari sekedar buku teks

Dari SD sampai SMA pelajaran tentang seharah dunia yang kita terima hanya sebatas Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2. Padahal banyak peristiwa sejarah yang terjadi diluar Indonesia yang perlu kita ketahui. Bagaimana sejarah penjajahan negara Asia lain dan bagaimana mereka menghadapinya.
Bagaimana tragedi kemanusiaan di Rwanda, Bosnia, serta Chechnya terjadi. Bagaimana peliknya konflik agama di belahan dunia lain. Sampai juga fenomena negara gagal.
Memiliki pemahaman yang menyeluruh soal sejarah dunia akan membuat generasi Indonesia sadar bahwa hal yang terjadi di Indonesia juga terjadi di luar negeri. Dan kalau orang-orang asing itu bisa menghadapinya, kenapa kita tidak?


5. Mempertanyakan Sejarah

Berani mempertamyakan fakta sejarah yang masih abu-abu

Pernahkah kamu bertanya kenapa Belanda bisa begitu lama menjajah Indonesia? Atau sesederhana, “Siapa yang bersalah dalam peristiwa 1965?“. Mempertanyakan fakta sejarah memang belum jadi kebiasaan yang lazim dilakukan oleh orang Indonesia. Kita terbiasa menerima sebuah fakta sejarah mentah-mentah dari sebuah sumber, tanpa pernah mencari fakta tandingannya.
Padahal mempertanyakan fakta sejarah bisa membuat kita jadi orang yang kritis dan berpengetahuan luas. Kita jadi terbiasa mengumpulkan data tambahan sebelum memutuskan untuk sepakat atau tidak sepakat terhadap suatu hal. Apabila sedari kecil anak-anak Indonesia sudah diberi ruang untuk berani kritis terhadap fakta sejarah, kecintaan mereka pada Indonesia bisa semakin dalam.


6. Ideologi Dunia

Fasisme, yang sedang jadi perbincangan hangat karena Ahmad Dhani

Walau kita yakin sepenuhnya pada ideologi Pancasila, bukan berarti ideologi lain layak disalahkan dan jadi musuh bersama. Anak-anak Indonesia perlu tahu apa itu komunisme, fasisme, sosialisme, liberalisme, kapitalisme, atau humanisme sekuler – secara lengkap dan adil. Mulai dari pemikiran yang ada dibaliknya hingga pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari keberhasilan dan kegagalan yang terjadi di negara atau masyarakat penganut ideologi tersebut.
Kita nggak berhak mengatakan sesuatu buruk, salah dan layak dihakimi sebelum tahu dengan mendalam bukan?


7. Menggunakan Social Media Dengan Bijak

Social media bisa digunakan untuk perkembangan karir

Fenomena ABG Labil, Anak Alay, Kimcil dan Terong-Terongan menunjukkan betapa lemahnya anak muda kita dalam hal pemanfaatan media sosial. Postingan galau soal perihnya putus cinta memenuhi lini masaTidak jarang foto yang bersifat pribadi juga dengan murah diunggah ke berbagai situs pertemanan.
Penting bagi sekolah untuk mengajarkan bahwa anak muda harus cerdik dalam memanfaatkan media sosial. Sekali sesuatu terposting via internet, dia akan menyebar dan jadi milik publik. Padahal rekam jejakmu di media sosial juga akan jadi bahan pertimbangan saat kelak melamar pekerjaan. Pendidikan kita sayangnya belum memberikan pemahaman menyeluruh soal menggunakan media sosial dengan tepat.


8. Sopan Santun Sederhana

Cara sopan menyajikan minum untuk tamu

Saat naik eskalator di mall, pernahkah kamu berpikir untuk berdiri di sisi kanan/kiri saja sehingga orang yang terburu-buru bisa lewat? Apakah kamu sudah biasa bertanya, “Mau lantai berapa, Bapak/Ibu?” kalau kamu berada di dekat tombol lift? Atau pernahkah kamu diajari bagaimana caranya menyajikan minuman untuk tamu atau bagaimana cara menghadapi telepon salah sambung? Kalau jawabanmu tidak, berarti kamu sama dengan saya. Saya belajar sopan santun bukan dari sekolah.
Sekolah di Indonesia barangkali terlalu sibuk menyiapkan muridnya untuk lulus UN. Dibanding mempersiapkan mereka jadi anak-anak santun. Maka gak jarang kita akan menemui anak pintar yang kemampuan sosialnya nol besar. Bagaimanapun, kita ini tetap bangsa timur yang menjunjung tinggi sopan santun. Pendidikan soal sopan santun wajib masuk dalam kurikulum kita.


9. Hidup Bersama Orang Dengan Keterbatasan Fisik Dan Autisme

Hidup berdampingan dengan mereka yang punya keterbatasan

Pendidikan inklusi sudah jadi hal yang wajar bagi banyak negara di dunia. Sayang, di Indonesia hal ini masih jarang ditemui. Coba deh hitung, sekian lama bersekolah seberapa sering kamu punya teman yang menggunakan kursi roda? Pernahkah kamu duduk sebangku dengan dia yang visi penglihatannya lemah? Pernahkah kamu membantu teman penderita autisme untuk duduk tenang dan menyimak pelajaran?
Bukannya menerima dan menghargai mereka, kita justru lebih terbiasa mengolok dan mencibir. Ini bukan sepenuhnya kesalahan kita. Sedari kecil kita memang tidak terbiasa diajarkan untuk hidup bersisian dengan kawan-kawan yang berkebutuhan khusus. Kalau pendidikan kita tidak diubah jadi lebih inklusif, kapan lingkaran setan diskriminasi di Indonesia akan selesai?


10. Keterampilan Mengelola Uang dan Berinvestasi

Belajar bisnis dan berinvestasi sejak muda

Kita belajar skema debet-kredit, utang-piutang dan berbagai tipe pembukuan yang rumit. Pemahaman dasar ilmu akuntansi bahkan telah dikuasai di sma. Tapi apakah dengan itu kemampuan anak-anak Indonesia mengelola uang menjadi semakin baik? Sayangnya, tidak juga tuh. Walau sudah punya dasar teknis mengatur uang, aplikasinya sehari-hari masih jauh dari harapan.
Selain diajari cara membuat pembukuan yang balance, akan oke banget jika sekolah juga mengajarkan bagaimana mengelola uang yang baik dan bagaimana anak muda bisa mulai berinvestasi. Seharusnya sedari kecil kita diajari untuk melihat uang sebagai modal untuk menghasilkan penghasilan yang berlipat ganda. Bukan hanya sebagai komoditas yang bisa dibelanjakan.


11. Pelajaran “Mendengarkan”

Belajar mendengarkan pendapat orang lain

Ada sebuah debat antar pengacara di TV swasta nasional kita, sebut aja nama acaranya “Indonesia Lauyier Clubzz”. Di acara tersebut pengacara nasional Indonesia malah tampak seperti anak SD yang sedang berdebat kusir. Saling lempar argumen, gak mau kalah, memotong pembicaraan lawan bicara sebelum yang bersangkutan selesai menyampaikan pendapat.
Kita memang bukan bangsa yang punya kemampuan mendengar dengan baik. Debat kita anggap sebagai pertarungan. Bukan sebagai tempat tukar pendapat. Seandainya saja ada mata pelajaran “Mendengarkan” di sekolah kita.
Anak-anak akan didudukkan berpasangan, saling mengungkapkan argumen terhadap suatu isu. Tapi lawan bicara gak boleh menyelamu sampai pendapatmu selesai diungkapkan. Mereka wajib mendengarkan dan mencatat poin yang kamu sampaikan. Kalau cara menjadi pendengar yang baik ini diajarkan dari tingkat pendidikan terendah, cara bertukar pendapat di negeri kita akan lebih sehat.


12. Menghargai Karya Seni

Hal yang tidak kamu pahami bukan berarti jelek

Temanmu yang suka berpuisi di linimasa Twitter kamu ejek sebagai orang galau. Dia yang suka corat-coret di sketch-book dianggap aneh dan gak keren. Padahal dibanding kamu yang suka nge-bully, mereka lebih keren karena bisa menghasilkan karya seni loh!
Anak-anak Indonesia perlu diajarkan untuk membedakan:
  • Galau vs Puitis
  • Artistik vs Ngawur
  • Cupu vs Nyeni
Frischa, penyair muda Indonesia yang tidak galau

Satu-satunya cara agar mereka bisa menarik garis perbedaan yang jelas adalah dengan mengenalkan berbagai karya seni sedini mungkin. Gak cuma membaca puisi, tapi anak-anak Indonesia juga perlu dikenalkan bahwa puisi adalah media pembebasan bagi manusia.
Gak cuma dikenalin nama-nama pelukis, mereka juga perlu tahu kisah dibalik lukisan tersebut. Bagaimana ide abstrak atau impresionistis bisa dieksekusi jadi gambar di kanvas. Bagaimana orang-orang di luar sana rela membayar mahal demi membeli hasil karya tersebut.
Tentu aja manusia bisa bertahan tanpa seni. Kasarnya: untuk tetap hidup kita cuma butuh makan, mandi, ngantor, tidur. Tahu-tahu sakit dan meninggal. Pertanyaan sebenarnya: maukah kita hidup dengan cara se-mekanistis itu?


13. Memanfaatkan Internet

Memanfaatkan internet secara aktif
Memanfaatkan internet secara aktif via www.duniaku.net
Sekarang anak TK aja udah tahu apa itu internet. Tapi kita masih jadi bangsa yang bisanya mengkonsumsi saja, tanpa bisa memanfaatkan internet sebagai peluang. Padahal kemajuan teknologi informasi memungkinkan kita mengembangkan ide-ide bisnis dengan murah dan mudah.
Pelajaran sederhana tentang bahasa pemrograman dasar, bagaimana memanfaatkan akun media sosial untuk jadi sumber penghasilan tambahan hingga cara membentuk start-up company berbasis internet layak masuk kurikulum pendidikan kita.


14. Jadi Relawan. Berkontribusi Langsung Untuk Masyarakat

Memberikan kontribusi langsung ke masyarakat

Kita adalah bangsa yang punya gagasan dan idealisme besar. Tapi sayang, kadang tangan kita tidak cukup ringan untuk bekerja keras mewujudkan apa yang ada di otak. Bukannya diajarkan untuk menjadi relawan dan berkontribusi langsung ke masyarakat, sedari kecil kita hanya diajarkan untuk berargumen dan menciptakan retorika.
Kalau ingin Indonesia berubah kita perlu mulai sadar diri untuk memberikan sesuatu pada negara yang kita cintai. Sejak masih duduk di bangku sekolah anak-anak perlu diajarkan bahwa dalam dirinya selalu ada yang bisa diberikan untuk orang lain. Jadi relawan dan turun langsung ke masyarakat nggak harus dilakukan oleh mereka yang sudah ahli.

Senin, 30 Juni 2014

13 Cara Buat Ngilangin Stres Saat Bekerja

Namanya juga kerja, wajar banget kalau terkadang kamu merasa stres dan jenuh. Tapi tenanglah, jangan terlalu dibawa pusing. Kamu masih bisa menyiasati rasa stres saat bekerja dengan cara-cara ini kok!

1. Dahulukan bagian tersulit


Kerjakan dahulu bagian-bagian yang kamu anggap paling sulit. Saat kamu baru memulai sebuah pekerjaan, kamu masih merasa fresh dan semangat. Gunakan kesempatan itu untuk mengerjakan hal-hal yang berat, sehingga pada saat kamu sudah mulai merasa lelah, kamu tinggal mengerjakan bagian yang mudah.


2. Lakukan olahraga ringan


Khususnya buat kamu yang kerjanya lebih banyak duduk, saat otot-ototmu mulai sedikit mengencang dan kaku, cobalah untuk melakukan olahraga kecil. Kamu bisa coba gerakan-gerakan stretching yang biasa kita lakukan sebelum berolahraga. Melakukan peregangan otot bisa membantu mengurangi rasa sakit dan stres.


3. Kerja sambil ngemil


Bawalah cemilan favorit untuk menemanimu bekerja. Ketika kamu sangat berkonsentrasi saat mengerjakan pekerjaan, energimu telah banyak yang terbuang. Cemilanmu itu bisa memberimu sedikit asupan energi, selain itu bisa menjaga mood kamu juga.


4. Ajak teman untuk mengobrol


Agar lebih santai, ajak teman kerjamu untuk mengobrol. Ngobrol tentang hal-hal yang lucu dan ringan dengan teman bisa memberikan sedikit hiburan dan membantumu mengatasi stres dan kejenuhan. Hindari mengobrol tentang pekerjaanmu, karena bisa membuatmu semakin kepikiran dan stres.


5. Makan siang bareng teman sekantor


Selalu usahakan untuk makan siang bareng teman-teman kantormu. Pergunakan waktu makan siangmu itu untuk menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Kalau kamu punya hubungan yang baik dengan orang-orang di kantormu, itu akan membawa dampak yang positif untuk kinerjamu.


6. Mengecek social media


Selain ngajak ngajak ngobrol temanmu, kamu juga bisa mengatasi kejenuhanmu dengan mengecek akun-akun social media-mu. Membuka Facebook, Twitter, Instagram atau Path bisa sedikit menghiburmu, dan mood kamu bisa kembali oke lagi.


7. Lakukan relaksasi


Jangan terlalu memaksa otakmu untuk terus menerus fokus pada pekerjaanmu. Lakukan relaksasi sederhana, tenangkan hati dan pikiranmu sejenak.  Ambil nafasmu dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan. Hal ini bisa membuat beban pikiranmu sedikit berkurang.


8. Buat daftar hal-hal yang membuatmu cemas


Jika kamu sudah memulai cemas dengan semua pekerjaanmu yang mulai menumpuk, tulislah hal-hal apa saja yang membuatmu cemas dan khawatir. Lalu pecahkan satu per satu masalah tersebut, dengan memulai dari hal yang termudah terlebih dahulu.


9. Nyalakan musik favoritmu


Musik adalah salah satu senjata ampuh untuk menjaga semangat dan mood saat bekerja. Buatlah playlist musik favoritmu, dan bekerjalah sambil mendengarkannya.


10. Atur dan rapihkan meja kerjamu


Suasana kerja yang nyaman adalah salah satu faktor pendukung dalam menjaga produktivitasmu saat bekerja. Atur dan rapihkan meja kerjamu agar kamu selalu semangat bekerja. Taruhlah barang-barang favoritmu di sana, seperti aksesoris-aksesoris lucu atau bisa juga foto pacarmu.


11. Sesekali alihkan pandangan dari layar komputer


Paparan cahaya pada komputer banyak menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti pusing kepala dan mata lelah. Sesekali alihkan pandangan matamu dari layar komputermu, setidaknya setiap 20 menit sekali.


12. Lakukan apapun untuk kembali fokus


Kalau kamu masih merasa stress dengan pekerjaanmu, lakukan apapun yang kamu ingin lakukan agar kamu bisa membuang jauh-jauh pikiran stress-mu. Kalau kamu merasa lelah dan ingin tidur, pejamkan matamu dan tidurlah sebentar. Lakukan hal apa saja yang bisa membuatmu bisa kembali fokus dengan pekerjaanmu.

13. Mintalah teman untuk saling bergantian memijat


Kamu bisa juga ajak temanmu untuk saling bantu mengurangi rasa tertekan akibat pekerjaan. Ajaklah temanmu untuk saling bergantian memijat. Pijatlah beberapa bagian yang sering terasa tegang, seperti pundak, leher, kepala atau kening. Dengan memberikan pijatan pada bagian tersebut, bisa membantu melancarkan kembali peredaran darah, melemaskan otot dan juga bisa sedikit lebih rileks.

sumber 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...