Rabu, 02 Juli 2014

10 tempat paling menyeramkan di Jepang

Tempat-tempat atau Kota yang dikenal sebagai haikyo, kata dalam bahasa Jepang yang artinya reruntuhan. Dan ini adalah daftar 10 kota yang paling bersejarah dan paling menyeramkan di jepang.


1. Sports World Theme Park
Adalah sebuah taman hiburan besar, yang menampilkan sebuah hotel, mini-golf, pusat kebugaran, kolam renang, kolam ombak, dll.

Setelah ditinggalkan selama 20 tahun, tempat ini ditumbuhi rerumputan. Banyak sekali suara binatang seperti monyet menjerit, burung hantu di malam hari, menambah seram tempat ini.

2. Fuchu U.S. Air Force Base
Pangkalan Angkatan Udara di Fuchu, dibangun pada saat Perang Dunia II dan ditinggalkan pada tahun 1980-an.

3. Matsuo Ghost Town
Tambang Matsuo di utara Jepang dibuka pada tahun 1914 dan ditutup pada tahun 1969. Dalam masa kejayaannya, tambangini merupakan tambang terbesar untuk belerang di dunia Timur.

Ia memiliki tenaga kerja 4.000 dan populasi yang lebih luas dari 15.000 orang, semuanya ditampung di sebuah kota darurat di pegunungan Hachimantai Park. Kota ini juga dikenal sebagai "surga di atas awan"

4. Akasaka Love Hotel
Akasaka Love Hotel terletak di ujung strip jalan negara yang tenang di Tokyo barat. Hotel ini dibangun 11 tahun yang lalu, tetapi ditutup setelah 3 tahun beroperasi, tidak jelas kenapa hotel ini di tutup, tetapi dari kabar yang beredar karena sepinya pengunjung ke hotel tersebut.

5. The Toyo Bowling Alley
Yokoi datang ke Tokyo tahun 1928. Pada 1957, ia telah menjadi manajer sebuah lorong bowling dan department store. Pada 1958, ia ditembak oleh gangster Yakuza untuk 20 juta yen dalam hutang yang luar biasa - tetapi ia selamat.

Pada tahun 1987, ia membangun Bowling Toyo. Itu memiliki 108 jalur, dan merupakan tempat boling terbesar di Jepang. Pada tahun 1991, dia membeli Empire State Building di New York. dan kemudian tempat ini bangkrut pada tahun 1999.

6. Osarizawa Factory and Mine
Pertambangan emas dan tembaga di tambang Osarizawa dimulai sekitar 1.300 tahun yang lalu. dan di tutup tahun 1978. Sekarang situs ini dimiliki oleh museum Mitsubishi.

Salah satu legenda tambang Osarizawa melibatkan Gorgon berkepala singa dengan sayap phoenix, kaki sapi dan kepala ular, raungannnya mengerikan bagi anak-anak penduduk desa di dekatnya.

7. The Russian Village Theme Park

8. Keishin Radiology Hospital
Rumah Sakit Keishin di prefektur Kanagawa pernah menjadi rumah sakit unggulan untuk peralatan radiologi super berteknologi tinggi. Sekitar 20 tahun yang lalu tempat ini hancur oleh ulah para pengacau.

9. Ashio Dozan Ghost Town

10. Yamanaka Lake's Lost Bunker
haikyo adalah bunker bawah tanah dengan Danau Yamanaka di bawah bayangan Gunung Fuji. tempat ini tidak berpenduduk dan sejarah tempat ini pun kurang jelas.

Akhirnya, misteri itu dipecahkan oleh seorang penjelajah yang telah menemukan sebuah majalah yang menampilkan salah satu logo di lokasi Bunker itu milik perusahaan broker Sanyo Securities, yang bangkrut pada tahun 1999.

10 Lipan Terbesar Di Dunia

Kelabang atau Lipan (bahasa Inggris: centipede) merupakan hewan arthropoda yang tergolong dari kelas Chilopoda dan upafilum Myriapoda. Kelabang adalah hewan metameric yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal.
Dikutip dari tilkkusatu.blogspot.com  bahwa ada 10 lipan terbesar disunia ini yang harus kita ketahui dan mungkin ada di sekitar kita.

1. Lipan GALAPAGOS

Scolopendra galapagoensis (lipan raksasa Galapagos) yang terbesar adalah 30-40cm panjang 44-46cm
Habibat penyebaran: di Kepulauan Galapagos Island Santa Cruz, di daerah pesisir Ekuador, Peru selatan, di Kepulauan Cook. Warna hitam raksasa lintibang di Raja. Terdapat juga penemuan jenis ini yang berukuran 62cm

2. Lipan PERU

Scolopendra Caribiaenensis di pulau Curacao, Holland Anttilles telah ditemukan hingga 41-42cm dari individu liar.
Habitat penyebaran: Karibia pulau Trinidad, Amerika Selatan, Peru, Ekuador, Brazil, the Amazon River Basin negara dan daerah

3. Lipan AMAZON

Scolopendra gigantea Robusta (Lipan raksasa amazon) panjang 25-30cm
Habitat penyebaran: Brazil, Ekuador, Peru, the Amazon River Basin negara dan daerah. Umumnya tubuh berwarna merah, hitam sebagai individu, adalah hasil dari setiap perbedaan warna berubah, dan lainnya adalah hitam individu sebenarnya lipan raksasa Galapagos. Karena yang paling meyakinkan adalah yang paling banyak disirkulasikan foto masing-masing sepanjang 44cm, jauh lebih besar daripada rata-rata lipan amazon raksasa

4. Lipan PUERTO RICO

Scolopendra sp.cf.crudelis (Lipan raksasa puerto rico) panjang 20-25cm
Habitat penyebaran: di Karibia, Puerto Rico, Haiti dan negara-negara lain dan daerah amerika selatan

5. Lipan VIETNAM

Scolopendra subspinipes (lipan raksasa Vietnam) 18-25cm panjang
Habitat penyebaran: hutan hujan vietnam

6. Lipan MALAY

Scolopendra subspinipes ssp. (lipan raksasa malay) 18-20cm panjang
Habitat penyebaran: di Malaysia, Indonesia

7. Lipan PASIFIK

Scolopendra subspinipes dehaani (Hastelloy lintibang) 16-20cm panjang
Habitat penyebaran: secara luas di negara-negara barat dan wilayah Pasifik, banyak jenis lintibang, karena distribusi Scolopendra subspinipes dekat dengan daerah tropis, sehingga tubuh juga lebih besar. Di wilayah Kepulauan Solomon masing-masing panjang lebih dari 20cm

8. Lipan AMERIKA UTARA

Scolopendra heros (lipan raksasa di Amerika Utara) 18-20cm panjang
Habitat penyebaran: Amerika Utara, biasanya di daerah bersuhu tinggi

9. Lipan CHINA

Scolopendra subspinipes subspinipes (Cina naga merah lintibang, multi-duri lipan raksasa, Cina naga merah) panjang 14-20cm6m
Habitat penyebaran: Sub-tropis Cina selatan, di daerah di cina, karena tubuh gelap merah, juga dikenal sebagai lintibang Kuno di Buku “Tianlong”, digabungkan dengan otot tubuh, yang bernama “naga merah”, yang dengan karakteristik Cina. Bagian dari daratan yang dekat dengan pulau tropis masing-masing dapat mencapai 20cm

10. Lipan JEPANG

Scolopendra subspinipes mutilans (Scolopendra lintibang / cina berambut pirang lintibang)
Habitat penyebaran: di jepang dan cina juga, yang terletak di Okinawa, Jepang, masing-masing daerah dapat 20cm.

Inilah Foto 19 Pohon-Pohon Aneh Di Dunia

































































Hal yang Seharusnya Diajarkan Di Sekolah-Sekolah Indonesia

1. Etika Berkendara Dengan Sopan

Kondisi lalu lintas kita yang kacau balau

Lihat deh kondisi lalu lintas kita beberapa tahun terakhir. Tidak hanya semakin macet, tapi juga makin carut-marut. Di jalan raya semua orang ingin jadi pemenang. Motor menyalip dari sebelah kiri. Mobil membunyikan klaksonnya di malam hari. Seseorang akan tanpa dosa mengambil jalur kiri jalan, kemudian langsung belok ke kanan. Menyebabkan pengendara lain terkaget-kaget menyesuaikan diri.
Cara berkendara adalah cermin dari perilaku kita sebagai manusia. Jangan kaget kalau di Indonesia banyak orang yang tega mengambil harta rakyat yang bukan haknya. Itu sudah tercermin dari perilakunya di jalan raya. Seandainya aja etika berkendara diajarkan dari kecil. Menyadarkan bahwa ada hak orang lain yang terkebiri kalau kita bertindak ngawur di jalanan.


2. Mata Pelajaran “Bertanya”

Membiasakan untuk bertanya

Orang Indonesia itu cerdas. Kalau kamu punya kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, kamu akan mengakui hal ini. Pemahaman kognitif kita gak kalah kok sama orang asing. Sayangnya, kita masih malu-malu bertanya dan mengungkapkan pendapat. Padahal bertanya itu penting lho. Bukan cuma sekedar mencari jawaban atas hal yang belum kamu tahu. Proses bertanya juga membuka pola pikirmu.
Demi meningkatkan keinginan untuk bertanya, sekolah perlu punya kelas khusus bertanya. Dalam kelas tersebut anak-anak bebas menanyakan apapun. Mulai dari hal yang terkait pelajaran sampai hal konyol yang nggak ada kaitannya sama sekolah.
Guru juga wajib memberikan jawaban yang “adil”. Kalau nggak tahu ya bilang aja nggak tahu. Dengan kelas khusus bertanya anak-anak akan lebih berani mengungkapkan pendapat mereka.


3. Mata Pelajaran “Berpikir Kreatif”

Template gambar pemandangan anak SD di Indonesia

Guru: “Ayo anak-anak, coba gambar pemandangan!”
Template anak Indonesia: Dua gundukan gunung, matahari di tengah, sawah di bawahnya.
Salah satu kekurangan sistem pendidikan kita adalah sempitnya ruang bagi kreativitas. Kita terlalu terbiasa dibentuk menjadi “seragam”. Jadi berbeda dari teman-teman dan lingkungan terasa menakutkan. Padahal, menjadi berbeda itu wajar banget. Nggak ada yang salah dari mengambil sikap yang berseberangan dengan teman-temanmu, selama kamu punya argumen.
Sekolah di Indonesia perlu punya mata pelajaran “Berpikir Kreatif” di semua tingkat pendidikan. Di kelas ini anak-anak bebas mengembangkan ide mereka sendiri untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Disini kamu bisa menciptakan rumus bagi soal matematika, kamu bisa menulis naskah drama, bisa membuat film untuk membantumu memahami soal Kimia.


4. Sejarah Dunia

Mengenal sejarah lebih dari sekedar buku teks

Dari SD sampai SMA pelajaran tentang seharah dunia yang kita terima hanya sebatas Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2. Padahal banyak peristiwa sejarah yang terjadi diluar Indonesia yang perlu kita ketahui. Bagaimana sejarah penjajahan negara Asia lain dan bagaimana mereka menghadapinya.
Bagaimana tragedi kemanusiaan di Rwanda, Bosnia, serta Chechnya terjadi. Bagaimana peliknya konflik agama di belahan dunia lain. Sampai juga fenomena negara gagal.
Memiliki pemahaman yang menyeluruh soal sejarah dunia akan membuat generasi Indonesia sadar bahwa hal yang terjadi di Indonesia juga terjadi di luar negeri. Dan kalau orang-orang asing itu bisa menghadapinya, kenapa kita tidak?


5. Mempertanyakan Sejarah

Berani mempertamyakan fakta sejarah yang masih abu-abu

Pernahkah kamu bertanya kenapa Belanda bisa begitu lama menjajah Indonesia? Atau sesederhana, “Siapa yang bersalah dalam peristiwa 1965?“. Mempertanyakan fakta sejarah memang belum jadi kebiasaan yang lazim dilakukan oleh orang Indonesia. Kita terbiasa menerima sebuah fakta sejarah mentah-mentah dari sebuah sumber, tanpa pernah mencari fakta tandingannya.
Padahal mempertanyakan fakta sejarah bisa membuat kita jadi orang yang kritis dan berpengetahuan luas. Kita jadi terbiasa mengumpulkan data tambahan sebelum memutuskan untuk sepakat atau tidak sepakat terhadap suatu hal. Apabila sedari kecil anak-anak Indonesia sudah diberi ruang untuk berani kritis terhadap fakta sejarah, kecintaan mereka pada Indonesia bisa semakin dalam.


6. Ideologi Dunia

Fasisme, yang sedang jadi perbincangan hangat karena Ahmad Dhani

Walau kita yakin sepenuhnya pada ideologi Pancasila, bukan berarti ideologi lain layak disalahkan dan jadi musuh bersama. Anak-anak Indonesia perlu tahu apa itu komunisme, fasisme, sosialisme, liberalisme, kapitalisme, atau humanisme sekuler – secara lengkap dan adil. Mulai dari pemikiran yang ada dibaliknya hingga pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari keberhasilan dan kegagalan yang terjadi di negara atau masyarakat penganut ideologi tersebut.
Kita nggak berhak mengatakan sesuatu buruk, salah dan layak dihakimi sebelum tahu dengan mendalam bukan?


7. Menggunakan Social Media Dengan Bijak

Social media bisa digunakan untuk perkembangan karir

Fenomena ABG Labil, Anak Alay, Kimcil dan Terong-Terongan menunjukkan betapa lemahnya anak muda kita dalam hal pemanfaatan media sosial. Postingan galau soal perihnya putus cinta memenuhi lini masaTidak jarang foto yang bersifat pribadi juga dengan murah diunggah ke berbagai situs pertemanan.
Penting bagi sekolah untuk mengajarkan bahwa anak muda harus cerdik dalam memanfaatkan media sosial. Sekali sesuatu terposting via internet, dia akan menyebar dan jadi milik publik. Padahal rekam jejakmu di media sosial juga akan jadi bahan pertimbangan saat kelak melamar pekerjaan. Pendidikan kita sayangnya belum memberikan pemahaman menyeluruh soal menggunakan media sosial dengan tepat.


8. Sopan Santun Sederhana

Cara sopan menyajikan minum untuk tamu

Saat naik eskalator di mall, pernahkah kamu berpikir untuk berdiri di sisi kanan/kiri saja sehingga orang yang terburu-buru bisa lewat? Apakah kamu sudah biasa bertanya, “Mau lantai berapa, Bapak/Ibu?” kalau kamu berada di dekat tombol lift? Atau pernahkah kamu diajari bagaimana caranya menyajikan minuman untuk tamu atau bagaimana cara menghadapi telepon salah sambung? Kalau jawabanmu tidak, berarti kamu sama dengan saya. Saya belajar sopan santun bukan dari sekolah.
Sekolah di Indonesia barangkali terlalu sibuk menyiapkan muridnya untuk lulus UN. Dibanding mempersiapkan mereka jadi anak-anak santun. Maka gak jarang kita akan menemui anak pintar yang kemampuan sosialnya nol besar. Bagaimanapun, kita ini tetap bangsa timur yang menjunjung tinggi sopan santun. Pendidikan soal sopan santun wajib masuk dalam kurikulum kita.


9. Hidup Bersama Orang Dengan Keterbatasan Fisik Dan Autisme

Hidup berdampingan dengan mereka yang punya keterbatasan

Pendidikan inklusi sudah jadi hal yang wajar bagi banyak negara di dunia. Sayang, di Indonesia hal ini masih jarang ditemui. Coba deh hitung, sekian lama bersekolah seberapa sering kamu punya teman yang menggunakan kursi roda? Pernahkah kamu duduk sebangku dengan dia yang visi penglihatannya lemah? Pernahkah kamu membantu teman penderita autisme untuk duduk tenang dan menyimak pelajaran?
Bukannya menerima dan menghargai mereka, kita justru lebih terbiasa mengolok dan mencibir. Ini bukan sepenuhnya kesalahan kita. Sedari kecil kita memang tidak terbiasa diajarkan untuk hidup bersisian dengan kawan-kawan yang berkebutuhan khusus. Kalau pendidikan kita tidak diubah jadi lebih inklusif, kapan lingkaran setan diskriminasi di Indonesia akan selesai?


10. Keterampilan Mengelola Uang dan Berinvestasi

Belajar bisnis dan berinvestasi sejak muda

Kita belajar skema debet-kredit, utang-piutang dan berbagai tipe pembukuan yang rumit. Pemahaman dasar ilmu akuntansi bahkan telah dikuasai di sma. Tapi apakah dengan itu kemampuan anak-anak Indonesia mengelola uang menjadi semakin baik? Sayangnya, tidak juga tuh. Walau sudah punya dasar teknis mengatur uang, aplikasinya sehari-hari masih jauh dari harapan.
Selain diajari cara membuat pembukuan yang balance, akan oke banget jika sekolah juga mengajarkan bagaimana mengelola uang yang baik dan bagaimana anak muda bisa mulai berinvestasi. Seharusnya sedari kecil kita diajari untuk melihat uang sebagai modal untuk menghasilkan penghasilan yang berlipat ganda. Bukan hanya sebagai komoditas yang bisa dibelanjakan.


11. Pelajaran “Mendengarkan”

Belajar mendengarkan pendapat orang lain

Ada sebuah debat antar pengacara di TV swasta nasional kita, sebut aja nama acaranya “Indonesia Lauyier Clubzz”. Di acara tersebut pengacara nasional Indonesia malah tampak seperti anak SD yang sedang berdebat kusir. Saling lempar argumen, gak mau kalah, memotong pembicaraan lawan bicara sebelum yang bersangkutan selesai menyampaikan pendapat.
Kita memang bukan bangsa yang punya kemampuan mendengar dengan baik. Debat kita anggap sebagai pertarungan. Bukan sebagai tempat tukar pendapat. Seandainya saja ada mata pelajaran “Mendengarkan” di sekolah kita.
Anak-anak akan didudukkan berpasangan, saling mengungkapkan argumen terhadap suatu isu. Tapi lawan bicara gak boleh menyelamu sampai pendapatmu selesai diungkapkan. Mereka wajib mendengarkan dan mencatat poin yang kamu sampaikan. Kalau cara menjadi pendengar yang baik ini diajarkan dari tingkat pendidikan terendah, cara bertukar pendapat di negeri kita akan lebih sehat.


12. Menghargai Karya Seni

Hal yang tidak kamu pahami bukan berarti jelek

Temanmu yang suka berpuisi di linimasa Twitter kamu ejek sebagai orang galau. Dia yang suka corat-coret di sketch-book dianggap aneh dan gak keren. Padahal dibanding kamu yang suka nge-bully, mereka lebih keren karena bisa menghasilkan karya seni loh!
Anak-anak Indonesia perlu diajarkan untuk membedakan:
  • Galau vs Puitis
  • Artistik vs Ngawur
  • Cupu vs Nyeni
Frischa, penyair muda Indonesia yang tidak galau

Satu-satunya cara agar mereka bisa menarik garis perbedaan yang jelas adalah dengan mengenalkan berbagai karya seni sedini mungkin. Gak cuma membaca puisi, tapi anak-anak Indonesia juga perlu dikenalkan bahwa puisi adalah media pembebasan bagi manusia.
Gak cuma dikenalin nama-nama pelukis, mereka juga perlu tahu kisah dibalik lukisan tersebut. Bagaimana ide abstrak atau impresionistis bisa dieksekusi jadi gambar di kanvas. Bagaimana orang-orang di luar sana rela membayar mahal demi membeli hasil karya tersebut.
Tentu aja manusia bisa bertahan tanpa seni. Kasarnya: untuk tetap hidup kita cuma butuh makan, mandi, ngantor, tidur. Tahu-tahu sakit dan meninggal. Pertanyaan sebenarnya: maukah kita hidup dengan cara se-mekanistis itu?


13. Memanfaatkan Internet

Memanfaatkan internet secara aktif
Memanfaatkan internet secara aktif via www.duniaku.net
Sekarang anak TK aja udah tahu apa itu internet. Tapi kita masih jadi bangsa yang bisanya mengkonsumsi saja, tanpa bisa memanfaatkan internet sebagai peluang. Padahal kemajuan teknologi informasi memungkinkan kita mengembangkan ide-ide bisnis dengan murah dan mudah.
Pelajaran sederhana tentang bahasa pemrograman dasar, bagaimana memanfaatkan akun media sosial untuk jadi sumber penghasilan tambahan hingga cara membentuk start-up company berbasis internet layak masuk kurikulum pendidikan kita.


14. Jadi Relawan. Berkontribusi Langsung Untuk Masyarakat

Memberikan kontribusi langsung ke masyarakat

Kita adalah bangsa yang punya gagasan dan idealisme besar. Tapi sayang, kadang tangan kita tidak cukup ringan untuk bekerja keras mewujudkan apa yang ada di otak. Bukannya diajarkan untuk menjadi relawan dan berkontribusi langsung ke masyarakat, sedari kecil kita hanya diajarkan untuk berargumen dan menciptakan retorika.
Kalau ingin Indonesia berubah kita perlu mulai sadar diri untuk memberikan sesuatu pada negara yang kita cintai. Sejak masih duduk di bangku sekolah anak-anak perlu diajarkan bahwa dalam dirinya selalu ada yang bisa diberikan untuk orang lain. Jadi relawan dan turun langsung ke masyarakat nggak harus dilakukan oleh mereka yang sudah ahli.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...